Gandeng PPT UII, ULD Gelar Asesmen Psikologis 150 Siswa

Yogyakarta – UPT Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Pendidikan dan Resource Center Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga melaksanakan asesmen psikologis secara klasikal untuk para siswa di Kota Yogyakarta. Pelaksana Tugas Kepala UPT ULD Dian Yunila Handayani, S.E., mengatakan asesmen klasikal ini merupakan kegiatan rutin yang ULD laksanakan setiap tahun.
“ULD melaksanakan asesmen klasikal setiap tahunnya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi kemampuan dan potensi siswa,” ucap Dian di kantor ULD, Senin, 10 Januari 2025.
Asesmen psikologis secara klasikal ini digelar pada 3-7 Februari 2025. Tes penilaian kognitif, mental, dan intelektual tersebut merupakan tes gelombang pertama tahun anggaran 2025. Kuota asesmen di tahun 2025 berjumlah 300 siswa yang dibagi menjadi dua gelombang. Adapun, tahun sebelumnya 2024, kuota asesmen ULD berjumlah 400 orang siswa
Setiap tahunnya, ULD menggandeng Pusat Psikologi Terapan (PPT) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sebagai mitra kerja. PPT UII menyiapkan 30 orang tester setiap harinya untuk dikirim ke dua lokasi pelaksanaan asesmen klasikal. Di tahun ini, asesmen dilaksanakan di dua lokasi yakni di Aula SD Negeri Ungaran 1 dan di Aula SD Negeri Kintelan 1.
Dian mengatakan asesmen dilakukan kepada peserta yakni siswa berkebutuhan khusus dan peserta yang diduga berkebutuhan khusus. Hasil asesmen ini, kata Dian, akan dijadikan sebagai acuan untuk menentukan strategi belajar dan adaptasi kurikulum yang sesuai untuk siswa.
“Sebenarnya ini semua kan untuk tindak lanjut. Dari hasil asesmen itu akan muncul profil siswa serta rekomendasi pembelajaran untuk siswa,” tutur Dian.
Di sisi lain, Dian menuturkan bahwa hasil asesmen ini juga dibutuhkan untuk keperluan penerimaan siswa baru. Dia menyebutkan bahwa Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) Jalur Afirmasi Disabilitas membutuhkan hasil asesmen atau biasa disebut Hasil Pemeriksaan Psikologis (HPP) sebagai salah satu syarat utama untuk siswa dapat ikut di jalur tersebut.
“Kami meminta sekolah juga memprioritaskan siswa kelas tinggi yakni kelas 5 atau kelas 6 yang nantinya HPP ini dipakai untuk syarat masuk jalur afirmasi disabilitas,” kata Dian.
Syafiul Hadi